Bionanokomposit Berkekuatan Tinggi dari Pati Bengkuang dan Serat Eceng Gondok Untuk Aplikasi Kemasan Makanan
Peneliti | Dr.Eng. Ir HAIRUL ABRAL |
Judul Penelitian | Bionanokomposit Berkekuatan Tinggi dari Pati Bengkuang dan Serat Eceng Gondok Untuk Aplikasi Kemasan Makanan |
Tahun penelitian | 2018 |
Jenis Penelitian | Riset Terapan |
Lokasi Penelitian | Sumatera Barat |
Status Penelitian | Sudah Selesai |
Abstrak
Pengemasan merupakan suatu tindakan untuk melindungi bahan yang dikemas dari tindakan kerusakan baik secara fisik, kimia, biologis, maupun mekanis. Contoh kemasan makanan yang paling sering digunakan adalah kantong plastik. Manfaat kantong plastik sangat banyak, tapi kerugian yang ditimbulkan tidaklah sedikit contohnya yaitu pencemaran lingkungan. Untuk mengatasi dan mengurangi sampah yang tidak dapat terurai, maka dibentuklah kemasan makanan yang biodegradable. Realisasi dari kemasan makanan yang biodegradable adalah dengan membuat suatu produk baru yaitu bionanokomposit yang ramah lingkungan. Bionanokomposit dapat dibuat dari polimer alam, salah satunya adalah pati. Selain biodegradable, diharapkan mempunyai sifat mekanik yang kuat yaitu mempunyai kekuatan tarik yang tinggi. Pati bengkuang merupakan salah satu pati yang dapat dimanfaatkan untuk matriks bionanokomposit karena mengadung amilosa sekitar 30%, lebih homogen, strukturnya stabil, dan rendahnya sifat penghalang uap air. Serat alam merupakan jenis serat yang memiliki kelebihan salah satunya sebagai bahan penguat dalam komposit. Sebagai kandidat serat alam yang mengandung serat selulosa, tanaman yang berpotensi adalah tanaman eceng gondok (Eichornia crassipes), yang merupakan tumbuhan yang dianggap gulma bagi lingkungan perairan. Dalam proses ekstraksi serat selulosa eceng gondok, terdapat beberapa proses yaitu dewaxing, delignifikasi, penghilangan kadar hemiselulosa, serta tahap bleaching.